237 views

Exploitasi Mangrove Mengkhawatirkan, Masyarakat Desak KLH Dumai Segera Bertindak

Dumai (MA)- Perusakan Pohon Mangrove atau Bakau sebagai kayu hutan penyanggah pantai semakin meningkat saja. Adanya usaha yang mengelola hasil kayu dari bahan bakau dan hasil hutan conservasi maupun dari hutan lindung secara ilegal tentunya sangatlah melanggar peraturan yang telah diterapkan.
Adanya usaha arang yang berada di Kecamatan Sungai Sembilan, Kecamatan Medang Kampai dan sekitaran Wilayah Hukum Kota Dumai oleh seorang pengusaha yang berinisial (Mrn) (Lys) (Sln) (Amg) (Aky) (Rmn) dan (Hrm), Di duga bahan bakaunya dikelola dari hutan kayu mangrove sebagai hutan penyanggah pantai.
Di jelaskan Menteri Kehutanan Siti Nurbaya Bakar melalui via telepon selulernya dengan No. Hp. 0812-1116-××× kepada awak media. Mari lakukan langkah kecil untuk membuat perubahan besar, tanamlah pohon untuk masa depan anak cucu kita kelak. Mari berperan untuk kelestarian dan keanekaragaman hayati Indonesia, Karena hutan adalah bagian dari paru-paru dunia kita.” Jelasnya.
Sementara Lembaga The Nature Concervacy Indonesia (TNC) yang bermitra dan bekerjasama ke 73 Negara melalui Deny Setiawan menjelaskan kepada awak media melalui via telpon selulernya dengan No.Hp 0812-4832-2××× ” Evaluasi-evaluasi harus terus dilakukan, mangrove merupakan ekosistem yang membantu mencegah erosi dengan menstabilkan garis pantai, melindungi masyarakat dari badai dan banjir untuk mengatasi perubahan iklim, serta menyimpan sejumlah besar karbon.
Di banyak wilayah pesisir, masyarakat sangat bergantung pada jasa ekosistem yang disediakan oleh mangrove. Mangrove merupakan salah satu ekosistem paling produktif di bumi, dan melayani banyak fungsi penting, seperti area pembibitan yang berharga untuk ikan dan invertebrata. Selain spesies yang penting secara komersial, mangrove juga dapat mempertahankan kualitas dan kejernihan air, menyaring polutan dan memerangkap endapan yang berasal dari daratan.” tegasnya
Beberapa awak media langsung menuju Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, Rabu (25/009/2019) dan langsung mendapatkan respon positif. “Menyatakan selama ini memang belum ada yang memberikan laporan, maklum terkadang kita sedikit mengalami kesulitan dalam mengkaper keseluruhannya, tanpa adanya peran dan bantuan dari masyarakat,” ucap salah seorang pihak dari DLH Kota Dumai, sembari mepersilahkan untuk membuat laporan secara tertulis, oleh pihak DLH Kota Dumai, yang bernama Anton, dan berjanji segera melakukan koordinasi untuk melakukan verifikasi kelapangan.(budi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *