195 views

KABAR SEMARANG: Terkesan Lambat, Komnas Anak Jateng akan Melimpahkan Aduannya ke Polda Jateng

 

SEMARANG, (MA) –

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) Provinsi Jawa Tengah rencananya akan membawa kasus aduan dugaan penyekapan anak yang ditangani Polres Semarang untuk dilimpahkan ke Polda Jateng.

Hal itu dikatakan Ketua Komnas Anak Jateng, DR. H. Endar Susilo, S,H., M.H kepada awak media, jumat (4/10) di kantor Sekretariat Komnas Anak Jateng, di Bawen.

“Kasus ini bermula saat saudari Nanik Puji Hastuti selaku pelapor kasusnya kembali mendatangi sekretariat Komnas Anak untuk menanyakan progres penanganan aduannya.

Dalam kasus ini dirinya telah membuat aduan terkait dugaan tindak pidana penyekapan anak berinisial CP (8 th) yang dilakukan oleh ayah kandung nya sendiri yang bernama JEN ke Polres Semarang pada April lalu.

Namun, kalau saya melihat penanganan yang dilakukan oleh Polres terkesan sangat lambat dan malah membawa aduan tersebut keranah Perdata tentang hak asuh perceraian,” timpalnya.

Padahal berdasarkan bukti yang saya berikan, kasus tersebut adalah kasus pidana seperti yang terdapat dalam Undang – Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 yang sudah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014”.

“Saudara Nanik sendiri didampingi anggota Komnas Anak Jateng juga telah mendatangi Polres Semarang akhir Agustus lalu.

Bahkan bertemu dengan penyidik yang menangani kasus aduan tersebut dan malah menyarankan untuk membuat aduan ulang, padahal kita ketahui bersama bahwa undang-undang perlindungan anak termasuk Lex Specialis derogat legi generalis yang harus didahulukan dan segera ditangani.

Sementara itu nanik dengan mata berkaca-kaca menceritakan ihwalnya bahwa dirinya bercerai dengan JEN pada tahun 2017 namun setelah perceraian CP hidup bersama mantan suaminya di Bugisan, Kelurahan Lodoyong Kec. Ambarawa.

“Dirumah mantan suami saya Ambarawa CP anak saya tidak disekolahkan, sering ditinggal dirumah sendiri dengan pintu dikunci dari luar, pernah beberapa waktu lalu saya menengok anak saya bersama 2 orang anggota Komnas Kabupaten Semarang saudara Evi dan Saudara Bangun untuk bertemu dengan anak saya, tetapi tidak bisa masuk rumah dan hanya bisa bicara dengan anak saya dibalik trails jendela kaca. Melihat kondisi anak saya, saya sangat sedih, kecewa, dan menangis” ujar Nanik.

Tentunya sebagi seorang ibu Nanik berharap agar anaknya bisa kembali berkumpul bersamanya dan tidak lagi hidup dengan ayah kandungnya yang bukan menyayangi tapi malah menyiksanya.

Dari keterangan beberapa tetangga disekitar kediaman JEN, Nanik mendapatkan informasi bahwa CP sering ditinggal dirumah sendiri dan tidak pernah bermain dengan anak-anak sebayanya dan juga tidak pernah diajak keluar oleh ayahnya dan bahkan tetangga sekitar sering mendengar CP menengis dan berteriak minta tolong, tetapi tetangga di sekitar tidak ada yang berani menolong. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *