6.964 views

Kasus Penganiayan Di Sumba barat Daya,Ini Kronologisnya

Sumba Barat Daya (MA)- Kasus pidana Kamis 11 Juli 2019 terungkap. Adapun kronologisnya sekitar pukul, 14. 00.pemerintah Desa Matapawu,kecamatan Wewewa Timur, kabupaten Sumba Barat Daya melakukan pengukuran tanah untuk jalan baru, di sekitar rumah kediaman lelu lolo, di mana lelu lolo tidak mendapatkan pemberitahuan terkait kegiatan pengukuran tanah, untuk jalan baru tersebut.
Korban, lelu Lolo, di mana pada waktu itu korban sedang di rumah, karena melihat posisi lahan yang akan diukur oleh pemerintah desa adalah halaman rumah korban, dan korban pergi mendekat dan bertanya, “apa yang akan dilakukan pemerintah Desa tersebut, yang tiba di lokasi, yakni”.
Lende Umbu lado, adik dari Lelu lolo (korban,red). Mengatakan, pada saat itu sedang di luar survei sepeda motor dan setelah selesai survei motor, langsung pulang ke rumah, dan Sesampai di rumah didapati bahwa pemerintah Desa matapawu sedang melakukan mengukur lahan di depan rumah Kaka nya, dengan mencoba bertanya ini “pengukuran dalam rangka apa, kenapa kuburan orang tua saya juga ikut di ukur.”ucapnya.
Sekdes sekretaris DPD, menjawab mengapa kamu menghalangi proses pengukuran ini,ditanya balik dengan nada ancaman, serta langsung menyerang korban dengan pukulan di pelipis mata.
Setelah kejadian tersebut polisi tangkap 4 orang yakni anderias Umbu lado, Andreas Bani, Yosafat Umbu robaka, dan Oktavianus Umbu Deta. dengan kondisi terpojok, korban Lende Umbu lado, mencoba meloloskan diri dengan merontak, dan berhasil mencoba meloloskan diri, tapi langsung dipotong dengan parang (senjata tajam).  oleh Oktavianus Umbu Deta,dan mengenai jari kelingking tangan kanan,karena korban menangkis dengan tangan kosong,almarhum lelu lolo.
Melihat kondisi adiknya diserang dan kroyok beberapa orang, ia langsung mencoba mau, menyelamatkan adiknya namun pelaku langsung memotong dengan senjata tajam (parang). dan mengenai korban di bagian belakang punggungnya, dan korban masih mencoba mau menyelamatkan adiknya dengan Mengayunkan Parang kepada octavianus umbu deta yang sedang memotong adiknya dan mengenai punggung belakang pelaku,lanjut pelaku berikut atas nama Yosafat umbu robaka, lagi mengayun Parang memotong adik korban, dengan mengenai punggung bagian belakang kanan dan akhirnya lelu lolo dan lende umbu ladomenjadi korban,
Kakak beradik tidak berdaya lagi karena sudah kondisi kritis, dengan total bekas luka korban, almarhum Lelu lolo, Luka berat  dan mengakibatkan meninggal dunia, setelah di RSUD Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. dan adik korban Lende umbu lando.  tiga bekas luka yang di potong, yakni jari kelingking tangan kanan, punggung belakang bagian kanan, leher sebelah kiri. ketika korban terletak dan tidak  berdaya lagi, tidak ada yang menolong kecuali istri dan anak korban, lelu lolo. lalu dengan panik mereka membantu membawa kedua korban ke rumah,dan para pelaku sekaligus Pemerintah desa meninggalkan tempat kejadian, setelah berselang beberapa jam baru mulai orang berdatangan untuk menolong, salah satunya istri korban lende umbu lando, yakni Maria Rusminingsih Ninda, sambil berteriak minta pertolongan, dan akhirnya salah satu pelaku atas nama eliakim Umbu sagara, mencoba membawa kendaraan roda empat merk Avanza warna abu- abu. untuk mengangkat korban, tetapi istri korban menolak alasan karena dilihat dengan  mata kepala bawah orang tersebut yang menganiaya suaminya, walau mereka mengancam dengan parang kepada istri korban, maria. yakni Martono,juga selaku warga desa tetangga yang ikut hadir, karena keluarga pelaku, tetap istri korban tidak mau alias menolak. akhirnya beberapa menit kemudian entah siapa yang memanggil polisi datang dari polsek wewewa timur SBD. dengan kurang lebih 4 anggota.             personil yang membawa korban ke rumah sakit umum waikabubak, sumba barat.  kurang lebih sampai di rumah sakit. 17,00. setelah kejadian tersebut dan korban di RSUD,waikabubak. Polres Sumba Barat, datang menjemput istri korban yakni Ibu Magic kaka, dan membawa ke Polres Sumba barat, tanpa satupun keluarga yang mendampingi .
Dalam pengambilan keterangan istri korban Magi kaka mengatakan tidak tau berbahasa indonesia,Penyidik meminta  seorang tahanan polres sumba barat,  sebagai penerjemah bahasa indonesia.
Ketika tim Media mengkonfirmasih kepada salah satu penyidik yakni Iswahyudin yang menangani kasus ini melalui via telepon selulernya, Penyidik tersebut tidak memberikan informasi apapun.
Alasan karena takut atasannya.(naldi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *