185 views

Tarian Delapan Etnik Sumatera Utara Meriahkan Suasana Penutupan Turnamen Gateball di Tobasa

Balige, Tobasa,Media-Abpedsi.com

-Komunitas Seni Budaya Kreatif Tobasa (KSBKT) menampilkan Tarian delapan etnik Sumatera Utara, hibur pengunjung pada penutupan Turnamen Gateball babak kualifikasi PON – XX dan Kejurnas Gateball – IV, di lapangan kompleks kantor Bupati, Balige, Kabupaten Tobasa, Sabtu (02/112019).

Tarian delapan etnik Sumatera Utara tersebut merupakan delapan bentuk dan asal tarian yang dipadu menjadi satu tarian enak dilihat yakni, tarian dari Toba, tarian dari Nias, tarian dari Simalungun, tarian Karo, tarian dari Mandailing dan tarian dari Dairi, tarian Melayu, tarian dari Aceh .

Seluruh penari Tarian tersebut diasuh oleh Martin Tanjung , yang mana domisili para penari dan pimpinannya berada di Kota Balige dan di Kabupaten Tobasa. Tarian pun membuat suasana penutupan makin meriah hingga memukau para peserta upacara penutupan Gateball babak kualifikasi PON – XX dan Kejurnas Gateball – IV tahun 2019.

Tarian ini menampilkan bukti beragamnya adat dan budaya di Sumatera Utara serta menunjukkan begitu indahnya budaya yang ada di kawasan sekitaran Danau Toba. Tarian inipun memperkenalkan kepada seluruh kontingen dari 27 Provinsi yang mengikuti turnamen Gateball tersebut.

Selepas pertunjukan tarian delapan etnik Sumatera Utara, Bupati Tobasa Darwin Siagian turut menyampaikan kata sambutannya. Bupati berpesan agar nantinya jika seluruh kontingen maupun atlet, akan kembali ke tempat masing masing, semoga sampai ke tujuan tak kekurangan apapun. “Selama di Tobasa kami berharap saudara semuanya merasa senang atas situasi yang ada, baik penyambutan kami maupun fasilitas yang ada selama lima hari bertanding,” ucap Bupati.

“atas adanya turnamen ini menjadikan Tobasa makin dikenal dan jika nantinya ada kegiatan olahraga-olahraga lain, selain Gateball, akan dapat dilaksanakan lagi di Tobasa. Nantinya akan menjadikan efek positif, hingga menjadikan banyak wisatawan yang akan berdatangan di kawasan Tobasa,” sebut Bupati Tobasa mengakhiri.
(Raju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *