388 views

KABAR JATENG–2 Anak Meninggal di Tengarai Akibat Kelalaian Pengerjaan Galian C di Gondang Sragen.

SRAGEN, (MA) – Dua anak meninggal dunia berinisial BYG (10 th) dan MRA (8 th) yang ditengarai ingin mandi di kubangan air setelah bermain di sekitar lokasi Galian C. Dua korban tersebut tidak mengetahui jika kubangan itu memiliki kedalaman air 2,5 meter. Sehingga 2 bocah itu meninggal di tempat kejadian.

Peristowa ini terjadi (16/12) sekitar pukul 13.00 wib. Komnas Perlindungan Anak (Komnas Anak) Provinsi Jawa tengah melalui 3 orang perwakilannya yaitu Heroe Setiyanto SH MH (Ketua Komnas Anak Kab. Sragen), Chilung Aritonang dan Suwito SE (Anggota Komnas Anak Sragen) mendatangi rumah duka korban Anak yang meninggal dunia yang di duga kerena kelalain dalam pengerjaan Proyek Galian C yang berada di sebelah Utara Dukuh Bodean, RT 06, Desa Kaliwedi, Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Heroe selaku Ketua Komnas Anak Kab Sragen mengatakan, bahwa menurut keterangsn saksi Suparno dan Shodik Nugroho bahwa BYS dan MRA sebelumnya bermain di sekitar lokasi tambang galian C dan kemudian berniat mandi di genangan air didalam proyek tersebut tapi kemudian tenggelam dan meninggal dunia ” jelasnya.

Selain itu Heroe menyayangkan tidak adanya petugas proyek atau karyawan proyek yang berada di lokasi, sementara di ketahui bahwa lokasi tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat.

Ngadiman dan Sarjono ayah dari kedua korban dan seluruh keluarga besarnya sangat bersedih dan merasa sangat kehilangan. dan ironisnya dari pihak pengelola proyek belum ada satupun yang datang ke keluarga korban untuk melayat dan memberi santunan pada keluarga korban.

Dr H Endar Susilo SH MH, Ketua Komnas Anak Provinsi Jateng berencana akan membawa kejadian ini ke ranah hukum “Undang-Undang di Negara kita mengatur bahwa yang bisa dipidana bukan perbuatan yang di sengaja saja, tetapi unsur kelalaian yang menimbulkan korban jiwa dapat di kenakan sanksi pidana, apalagi yang menjadi korban adalah anak-anak yang masih memiliki masa depan yang panjang yang juga bisa jadi menjadi calon pemimpin Bangsa ini” jelas Endar.

Disampaikan juga olehnya, dalam waktu dekat Pihaknya akan segera membuat aduan atau laporan ke Polda Jateng agar pihak Kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini, agar bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.