Nasional

Ibadah Bersama Hari Raya Natal, Gereja Sidang- Sidang Jemaat Allah (GSJA) Di Pimpin Langsung Oleh Bapak Pdt Samuel Taka

Sumba Barat Daya, MA-Ibadah bersama hari raya natal, Gereija Sidang- Sidang Jemaat Allah (GSJA). Malam ini tanggal 24 Desember 2019, Kab. Sumba Barat Daya.Kec. Wewewa Barat. Desa.Kabali Dana.yang di pimpin langsung oleh Bapak Pdt Samuel Taka.

Awal dalam pembahasannya. Pdt Samuel mengatakan Natal berasal(dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”) adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Ucapnya.
Lanjut Samuel. Salah satu alasan perayaan Malam Natal karena hari liturgi tradisional yang merupakan sebuah peninggalan dari tradisi Yahudi. Tradisi ini didasarkan pada kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian: “Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.” Dan masih banyak lagi tradisinya dalam memperingati hari raya natal. Tegasnya.

Setelah menjelaskan arti dan makna hari raya natal pada umumnya umat kritiani. Pdt Samuel. Melanjutkan Khotba. Dangan membawah Firman Tuhan yang terambil Dalam. Injil YOHANES. Firman yang telah menjadi manusia.

Pada mula nya adalah firman; firman itu bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah.

Dalam penjelasannya Pdt samuel. Menegaskan Tuhan Allah adalah firman. Segala sesuatu dijadikan oleh dia dan tanpa dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segalah yang telah di jadikannya. Allah yang pertama dan dia yang terahir. Tidak ada yang melebihi dia dari siapapun.

Dalam doa penutup firman Tuhan di bawah oleh Pdt. Yulius Dapa Ngeda.

Ibadah bersama di ahiri dengan kegiatan anak sekolah minggu. Pembakaran lilin dan pengesian dens oleh Joy dan Grace. Doa penutup ibadah bersama di bawah oleh Pdt. Lidia Dappa Taka.

Selepas Ibadah. Media Ini mewawancarai Pdt Samuel Taka. Tentang tradisi Natal.Menurutnya tradisi Kristiani, Yesus lahir pada malam hari (Lukas 2:6-8), sehingga pada Malam Natal diadakan Ibadah Malam.Pendapat bahwa Yesus lahir pada malam hari tercermin dalam berbagai sebutan untuk Malam Natal, seperti: Malam Kudus, “Heilige Nacht” dalam “Nochebuena” dan ekspresi serupa mengenai spiritualitas Natal, seperti lagu “Malam Kudus”.tutupnya.

Keluarga Besar Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA Victory). Mengucapkan selamat hari raya natal dan tahun baru. 01/01/2020.

(Naldi lero)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *