NasionalSumba Barat Daya

Gereja Betel Indonesia (GBI),Tema Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang

 

Sumba Barat Daya, MA-Gereja Betel Indonesia(GBI), Tunas Kasih, Tawo Rara.
merumuskan tema perayaan natal tahun 2019 yaitu “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” (Yoh 15:14-15). Ada makna yang tersirat didalamnya, sehingga GBI menjadikannya sebagai tema natal tahun ini, terutama untuk mengembalikan dan memperkokoh kehadiran gereja dalam ikatan berbangsa dan bernegara, khusus nya masyarakat Desa Tawo rara. Kec Wewewa Barat. Kab Sumba Barat Daya.26/12/2019.

Pdt. Mardi Saingo, Menurutnya, rumusan tema ini akan jadi pesan kosong, kalau pendekatannya sloganistik dan umatnya tidak menjadikan persahabatan yang existensial dalam hidupnya.

Ibadah Natal GBI Tunas kasih Tawo rara, Di pimpin langsung oleh Pdt. Petrus Ohong. Dari jakarta dan di dampingi oleh bapak Pdt. Otniel kasim.

Pdt.Petrus membawah firman Tuhan, Yohanes 15-14-15; Kamu adalah sahabat ku, jikalau kamu berbuat apa yang aku peritahkan kepada mu. Kamu adalah sahabat- sahabatku, jika kamu melakukan apa yang ku printahkan kepadamu. Kamu ini lah sahabat-sahabatku, jikalau kamu buat barang yang aku pesan kan kepada kamu.

Pdt Petrus Dalam pembahasannya Kita harus menjadi sahabat semua orang terlebih Allah Maka hidup mu akan di berkatih oleh Tuhan Allah Terkadang manusia selalu mendendam dan mengandal kan kekuatannya.
Semua ini bersumber dari kecenderungan kita hanya memuaskan ego kita. Pemusatan pada diri sendiri menjadi gejala umum dan ada semacam kedahagaan dalam diri kita yang selalu menuntut untuk dipuaskan.

Akibatnya menurut Pdt Petrus Ohong, ruang publik kita dipenuhi dengan ragam bentuk kontestasi dan kompetisi. Terjadi perebutan ruang publik yang begitu dahsyat Masing-masing kita ingin meraup sebanyak mungkin dari sekitar seraya menegasikan yang lain Dan pada gilirannya keseharian kita begitu banal, penuh dengan pengumbaran nafsu dan pemuasan dahaga yang tak ada batasnya.

“Bahkan agama yang sejatinya mewartakan salam, damai dan kasih, tak jarang malah menebar kebencian dan kekerasan. Ganti mewartakan kasih malah menebar kebencian dan memprovokasi hingga umat terpancing bahkan berlomba melakukan kekerasan. Agama yang seharusnya memuliakan kemanusiaan malah menciderai kemanusiaan. Agama yang seharusnya mempersatukan malah mencerai-beraikan,” ujarnya Pdt Petrus. mengingatkan, yang menurutnya hal ini merupakan ancaman serius bagi keutuhan kita sebagai orang beriman. Dan mengakibatkan Berkata Damai sejaterh Allah menjauh dari pribadi kita sebagai umat kridtiani.tegasnya

Tuhan pun mangajak kita Sebagai sahabatnya, Dia pun mengajak kita untuk menjadi sahabat bagi semua orang. Menjadi Sahabat bagi Semua Orang dengan meneladani kasihnya, yakni kesediaan mengosongkan diri, berupa kesediaan berbagi, bahkan kesediaan berkorban Itu berarti ada kesediaan mengutamakan orang lain ketimbang diutamakan, mengedepankan orang lain ketimbang dikedepankan, mendengarkan orang lain ketimbang didengarkan.

Hanya dengan demikian kita mampu menjadi sahabat bagi semua orang, bahkan dengan alam semesta ini. Kehadiran Allah adalah untuk dunia ini, bukan hanya untuk manusia. Olehnya persahabatan kita pun harus mewujud juga dalam perlakuan kita terhadap alam yang lebih bersahabat.

Dalam persahabatan yang eksistensial itu, ukuran utama bukanlah menerima tapi memberi, bahkan keberanian berkorban. Dan menjadi teladan Allah.

Menjadi sahabat yang didorong oleh cinta kasih seperti inilah yang diharapkan akan menjadi penawar bagi keseharian kita yang banal. Dengan demikianlah kita sungguh-sungguh menjadi sahabat bagi semua orang, bahkan mestinya juga bagi alam sekitar kita. Alam telah merintih akibat cara kita mengeksploitasi alam, yang telah melebihi maksud-maksud ketika Tuhan menciptakannya. “Olehnya, saya mengajak semua umat kristiani di kususnya Tawo rara untuk keluar dari tembok-tembok gerejanya, dan menjadi sahabat bagi semua orang dan alam sekitarnya. Tutupnya.

Sesudah selesai pembahasan firman Tuhan. Pdt. Petrus Ohong. Dan di dampingi oleh Pdt. Otniel melayani doa pelepasan bagi jemaat Dalam doa pelepasan banyak jemaat yang di jamah oleh roh kudus dan tidak sadarkan diri sampai berjatuhan.

Dan lanjut selesai pelayanan doa pelepasan
Bapak Gembala GBI Tunas kasih Tawo rara, Martinus Saingo. dan seluruh jemaatnya, memberikan cendramata kepada Pdt Petrus dan Pdt Otniel. sebagai tanda terima kasih atau kehadiran dan sebagai pelayanan atau pengkhotba hari ini.

Perayaan Natal berlangsung meriah.
Keluarga besar GBI Tunas Kasih Tawo Rara Mengucapkan Selamat Hari Natal Dan Tahun Baru 01-01-2020.( Yostam/Naldi Lero).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *