518 views

Penyaluran Bantuan 400 Paket Alat Tulis Tak Kunjung Datang, Ketua (PK2TL) Akan Minta Kejelasan Ke Pihak Kemenko Polhukam

Lampung Timur, (MA) – Berupa bantuan paket buku tulis untuk 400 anak korban Talangsari, hingga saat ini belum juga direalisasikan, padahal secara simbolis sudah di berikan oleh perwakilan Kemenko Polhukam, (Kemenkumham) pada 6 Desember 2019 lalu di Bandarlampung.

Didalam simbolis pemberian bantuan paket buku alat tulis dan juga sebanyak 10 orang keluarga terdampak peristiwa Talangsari menerima bantuan uang untuk modal usaha dari pemerintah yang di berikan langsung oleh Deputi Bidkor Hukum dan HAM Kemenko Polhukam Letjen Fadil Zumhana Harahap,” iya dulu simbolis di berikan pada tanggal 6 desember lalu”. Ucap Ketua Paguyuban Keluarga (PK2TL) dan Korban Talangsari Lampung Edi Arsadad, Senin (30/12/19).

Kemudian, pemerintah memberikan perhatian berupa perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 600 meter untuk Dusun Talangsari, Desa Rajabasa lama, Kecamatan Labuhan Ratu, renovasi mushola di Dusun Talangsari, dan bantuan perlengkapan alat tulis sebanyak 400 unit untuk anak-anak warga terdampak peristiwa Talangsari.

Menurut Edi Arsadad seusai pemberian simbolis bantuan hingga saat ini, tidak ada komunikasi lanjutan dari pihak Dinas Pendidikan Lampung Timur, artinya tidak ada keseriusan dari Pemerintah untuk memberikan bantuan,” kami pun tidak tau alasannya, kenapa bantuan untuk anak anak korban Talangsari belum digulirkan”.Terang Edi.

Ketua Paguyuban Keluarga dan Korban Talangsari (PK2TL) akan segera meminta kejelasan dari pihak Kemenko Polhukam terkait bantuan yang telah di janjikan, meskipun hanya sebuah paket alat tulis bantuan tersebut sangat berguna bagi anak anak korban Talangsari untuk keperluan sekolah,”kalau memang yang diberikan bantuan hanya tiga orang tersebut ya kenapa waktu simbolis bilang ada 400 anak”Tegas Edi.

Sementara itu pada saat dikonfirmasi oleh kupastuntas.co, Sekertaris Dinas Pendidikan Lampung Timur, Marsan mengatakan soal pendistribusian alat tulis sekolah masih dalam tahap pendataan penerima,”bukan tidak di kucurkan bantuannya, tapi masih kami data”. Ucap Marsan.

(Tim/Bn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.