NasionalSumatra Utara

Dilarang Diliput Wartawan Kegiatan Rakor RKPD, Bupati Toba Jumpai Wartawan Berikan Keterangan

 

 

 

Toba, Balige (MA) Rapat koordinasi (rakor) tentang penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Toba tahun anggaran 2021, yang dilaksanakan pada hari Jumat (25/09/202) bertempat di Pendopo rumah dinas Bupati Toba, yang dimulai sekitar pukul 10:00 Wib dilarang diikuti (diliput) insan pers. Bahkan melalui pengeras suara Audy Murphy selaku Sekda mengarahkan bagi setiap peserta rapat harus menonaktifkan seluler (Handphone).

Beberapa wartawan online dan televisi terpaksa berkumpul dekat mobil usang yang terparkir disekitaran lokasi pendopo, dan dijaga beberapa petugas Satpol PP, menunggu pernyataan Bupati hingga usai rakor.

Usai membuka rakor dan berikan arahannya Darwin Siagian selaku Bupati Toba dan Hulman Sitorus selaku Wakil Bupati Toba didampingi Lalo Simanjuntak selaku Kadis Kominfo Toba dan Robinson Siagian selaku Kabag Humas Toba, datang menghampiri beberapa wartawan dan memberikan keterangan tentang kegiatan rakor tersebut.

Dalam keterangannya, Bupati mengatakan bahwa rakor tersebut dilakukan demi menyelesaikan program kerja tahun 2020, termasuk rencana program kerja untuk tahun 2021.

“Bapak sekalian, pagi ini kita melaksanakan rapat koordinasi untuk pekerjaan tahun 2020, termasuk rencana pekerjaan kita untuk tahun 2021. Karena RPJMD kita itu dimulai 2016 hingga 2021, jadi Saya mau memastikan kepada seluruh ASN disini agar apa yang kita rencanakan di 2020 segera diselesaikan. Karena kebetulan kami besok sudah cuti, dan nanti tanggal lima Desember 2020 akan aktif kembali. Saya tadi pesankan apa apa yang kami rencanakan, supaya nanti pada saat kami cuti mereka akan bekerja dengan baik, sehingga nanti di Desember pada saat kami kembali lagi menjabat Bupati, tidak ada lagi pekerjaan pekerjaan yang tersisa sehingga seluruh program anggaran kita tahun ini bisa terlaksana hingga akhir tahun. Saya sampaikan tadi agar RPJMD yang sudah direncanakan 2016 hingga 2021 agar benar benar nanti dibahas, pada saat pembahasan RAPBD 2021. Intinya seperti itu,” jelas Bupati.

“Tolong ditulis dengan jelas bahwa ini tidak ada hubungannya dengan pencalonan, ini murni hanya untuk rapat koordinasi memastikan bahwa program kita selama ini kita rencanakan bisa selesai sampai Desember,” tambah Bupati menjelaskan.

Ditengah berikan keterangan, wartawan bertanya kepada Bupati perihal pelaksanaan rakor tersebut dinilai tidak memenuhi unsur protokol kesehatan. Seperti diketahui sebelumnya Bupati telah menerbitkan Perbup no 43 Tahun 2020 tertanggal 25 Agustus 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Toba. Dari amatan wartawan, para peserta rapat tidak melakukan jaga jarak, tidak terdapat fasilitas mencuci tangan. Adapun fasilitas cuci tangan berada didepan rumah dinas bukan diarea rakor.

“Kita akan umumkan bahwa protokol kesehatan harus dijaga, agar rakor ini dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, kita sepakat akan hal itu dan terimakasih atas sarannya,” ucap Bupati.

(Raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *