868 views

Pembangunan Skala Besar di OKU Selatan Diduga Guna Kan Material Berasal Dari Galian C Ilegal

Oku Selatan ,Media-Abpedsi.com

Kegiatan Penambangan Galian C yang terletak Didesa Muara Sindang Kecamatan Sindang Danau diduga bodong (ilegal), kegiatan penambangan galian C dilakukan secara besar besaran dan menggunakan alat berat jenis exavator,dimana dalam pelaksanaan penambangan tersebut diduga belum mempunyai izin alias bodong.

Lokasi penambangan tersebut dilakukan dipinggir jalan raya provinsi Sumatera Selatan Arah Bengkulu,,dimana dari aktivitas kegiatan penambangan mengakibatkan bahu jalan sudah terkena imbas, bisa jadi badan jalan ikut tergerus lambat launnya, dengan adanya aktivitas penambangan diduga secara ilegal pemerintah daerah OKU Selatan, dapat dipastikan tidak menerima pajak asli daerah dari hasil pajak penambangan galian C tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat hasil penambangan galian C diduga ilegal sudah ribuan kubik hasil material penambangan tersebut di suplay untuk kegiatan pembangunan akses jalan ujan mas-batas Bengkulu, yang dikerjakan oleh kontraktor PT Rimbang jaya tahun anggaran 2020, dengan nilai kontrak diperkirakan 15 miliyar.

Awak Media konfirmasi dengan salah satu operator alat berat yang sedang bekerja dilokasi penambangan tersebut (Sumadi), menyampaikan bahwa memang benar hasil penambangan galian C ini dipergunakan untuk menyuplay material pembangunan akses jalan ujan mas-batas bengkulu, diduga galian C tersebut milik seorang yang berinisial (LM) kami hanya bekerja sesuai perintah, saat ditanya awak media.

Media Pers dan LSM melakukan investigasi bersama, berdasarkan keterangan yang diungkapkan Ketua LSM BARAK NKRI Misyadin, membenarkan bahwa ditemukan adanya penambangan Galian C yang berada di desa Muara Sindang Kecamatan Sindang Danau dan Sungai Are tersebut diduga kuat memang belum memiliki izin alias bodong’ hasil pengumpulan data dan informasi penambangan galian C tersebut tidak memiliki izin, dan hasil material diduga ilegal tersebut dipergunakan untuk proyek pembangunan Infrastruktur akses jalan ujan mas- batas Bengkulu yang mana Proyek tersebut memakan dana bernilai belasan Milyar Rupiah,ini jelas sangat merugikan Negara dan merusak jalan Provinsi dan berimbas kerusakan pada lingkungan kami sudah mencari informasi ke Dinas Haris Munandar, SH, MH Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten OKU Selatan, hal ini sangatlah menyalahi aturan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 1967 yang telah diubah berdasarkan Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009, sudah jelas mereka melakukan aktivitas yang menentang peraturan yang ada, ucap Misyadin dengan geram.

Untuk melengkapi informasi dan data dalam penyajian berita awak media pada tanggal 4 Desembe 2020 melakukan konfirmasi ke dinas DPMPTSP kabupaten Oku Selatan diruang kepala dinas DPMPTSP, Haris Munandar.,SH.MH, menyampaikan dan menjelaskan sampai sekarang setahu saya belum pernah mengeluarkan rekomendasi untuk izin pertambangan galian C yang ada di kecamatan Sindang danau dan kecamatan sungai are’ujar nya kepada wartawan Buser Nusantara. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.