34 views

Gagal Ambil Paksa Kalung Emas, Korban Ditonjok Bertubi-tubi

Lumajang, – media-Abpedsi.com Begitu tragis Yang dialami seorang Wanita bernama Sulikah (47), warga Dusun Nggaplek, Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian. Akibat ulah pencuri, Sulikah yang mempertahankan Barang miliknya berupa kalung emas ia harus rela mendapatkan pukulan bertubi-tubi oleh pria yang diduga pelaku percobaan pencurian yang masuk ke rumahnya, Senin malam sekira pukul 23:30 WIB.(19-04-2021)

Menurut informasi yang kami dapat, kejadian bermula saat wanita paruh baya itu terlelap dalam tidurnya di dalam kamarnya. Tiba-tiba ia merasa ada tangan yang membekap mulutnya dan merasakan sakit di bagian leher karena ada yang mencoba menarik paksa kalung yang dipakainya. Sontak ia pun terbangun dan melihat seorang laki-laki mencoba melepas kalung emas miliknya yang sedang dipakainya.

Melihat seorang yang ingin mengambil kalungnya Sulikah bersih kukuh untuk mempertahannkan barang berharga miliknya dengan melakukan perlawanan.dengan cara menggigit telapak tangan Sipelaku yang membekap mulutnya. Karena merasa kesakitan kena gigitan korban, pelaku pun emosi dan spontan memukuli wajah Sulikah dengan membabi-buta.

Setelah puas melampiaskan emosi, pelaku kabur karena korban berteriak minta tolong. Beruntung, kalung milik korban masih bisa terselamatkan karena tersangkut di baju yang dikenakannya.

“Kemungkinan pelaku tadi masuk rumah korban dan melihat korban memakai kalung emas pelaku mencoba untuk mengambil paksa, akan tetapi korban terbangun dan menggigit telapak tangan pelaku pada akhirnya terjadilah pemukulan itu,” Terang petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka lebam di bagian muka dan harus mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pasirian.

Sementara itu, sampai berita ini diunggah, Kapolsek Pasirian, Iptu Agus Sugiharto belum bersedia untuk memberikan keterangan jelas karena kasus yang terjadi masih dalam penyelidikan.”Ungkapnya.

(Djk.P)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *