57 views

37 Mahasiswa Ikuti Kompetisi Pemuda Inovator

 

Lampung (MA) — Sebanyak 37 mahasiswa ikuti kompetisi Pemuda Inovator dalam menyalurkan pengembangan program aplikasi guna mendorong kemajuan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro.

Dalam event ini, 37 mahasiswa asal Metro dari berbagai kampus menunjukan hasil kerja keras dalam menempuh pendidikan yang dibantu oleh 250 siswa SMA di Bumi Sai Wawai.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Subhi mengatakan, peserta yang mengikuti ajang Pemuda Inovator peserta saling memaparkan aplikasi dan program yang nanti dapat dijalankan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

“Dari 37 peserta tadi bergabung menjadi delapan kelompok. pada dasarnya mereka bisa memilih di masing-masing OPD dalam mengembangkan program nya, mulai bidang lingkungan hidup, bidang kewirausahaan, bidang IT, bidang pendidikan dan kebudayaan, serta bidang kesehatan,” kata dia saat diwawancarai Lampung Post di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Kamis, 28 Oktober 2021.

Dia menjelaskan, setelah para peserta memaparkan ada yang namanya masa inkubasi agar program yang mereka miliki semakin matang.

“Masa inkubator nya lima bulan. Mulai November 2021 hingga Maret 2022 mendatang. Nantinya OPD terkait akan menjadi mentor dan memfasilitasi program yang sedang di gagas. Misal jika bidang kesehatan bagaimana mereka memecahkan permasalahan-permasalahan kasus stunting, kasus DBD dan lainnya,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Pelaksana, Yeri Ehwan mengatakan, setelah dilakukannya masa inkubasi ini nantinya baru ada tahap penilaian lagi.

“Paska inkubasi nanti kita lihat sejauh mana kelayakan program tersebut. Kalau dari informasi awal itu layak kemudian kami meminta mentor untuk benar-benar mendampingi program itu,” kata dia.

Pria yang merupakan Assiten II Pemkot Metro itu berharap, semua program yang sedang dikembangkan dapat diaplikasikan di masing-masing OPD.

“Kita minta paparan lagi termasuk bahas dengan OPD terkait. Semua akan dilihat dan direalisasikan di OPD tersebut,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin. Kegiatan ini merupakan pengembangan anak-anak muda di Bumi Sai Wawai.

“Tentu, ini secara mandiri, mereka memiliki karya, inovasi, dan kreatifitas. Maka mereka sampaikan pada pemerintah. Dan kami memberi ruang,” kata dia.

Dia menjelaskan, intinya mereka membangun dengan kebiasaan mereka dan tentu pada dasar-dasar nilai akhakul karim dan keilmuan, sehingga ketika panca indera dan akal pikiran dicurahkan, itulah karya yang akan dinikmati.

“Saya terkesan karena ada anak-anak kita itu yang sekolah di luar negeri, bahkan ada yang di Oxford, rupanya saya agak kaget. Jadi mereka-mereka dari mana pun silahkan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan talenta yang dimiliki pemuda saat ini dapat merubah kebiasaan lama menjadi lebih baik lagi.

“Jangan sampai demikian saja hilang, maka dari itu kami sediakan wadah. Jangan sampai kita gunakan anak-anak dari luar Metro, kita harus gunakan putra asli daerah,” ungkapnya.(Del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *