LampungLampung TimurNasional

Gapoktan Mentaram Harapkan Bantuan Alat Panen Modern Kepada Bupati Lamtim

LAMPUNG TIMUR, (MA)–Bupati Lampung Timur Dawam Raharjo, menghadiri panen raya padi bersama, kepala dinas pertanian, forkopimcam kecamatan Mataram Baru, serta Kelompok Gapoktan Mentaram, di Desa Mataram Baru, Kecamatan Mataram, Minggu (14/11/21).

Feri, Ketua kelompok Gapoktan mentaram, mengatakan hamparan sawah di desa Mataram baru ada 300 hektare dan di desa mandalasari ada 250 hektare, tetapi Kendala yang terjadi di kelompok Gapoktan Mentaram, adalah pengairan dan alat panen modern atau Combat yang sampai saat ini setiap panen harus mencari alat di luar desa bahkan menyewa alat kepada pengusaha-pengusaha padi yang ada di Kabupaten Lampung Timur.

“Kami berharap kepada pemerintah agar dapat segera membantu kelompok Gapoktan Kami, karena kendala setiap panen tidak adanya mesin modern atau combat Dan juga Untuk irigasi banyak penyempitan kalau bisa adanya pendalaman untuk irigasi perbaikan saluran irigasi, maka dari itu saya berharap bapak bupati bisa membantu kelompok Gapoktan kami ini”. jelasnya.

Dawan Raharjo, Bupati Lampung Timur meminta untuk masalah alat mesin panen coba di buatkan proposal berkoordinasi kepada pihak Desa dan Bupati meminta kepala dinas pertanian untuk mencatat termasuk masalah pengairan yang menjadi permasalahan di Desa Mataram Baru.

Saya akan melakukan pengecekan dan langsung turun ke masyarakat, karena masuk di program saya untuk berkantor di kecamatan, agar nantinya kita bisa ikut turun untuk melihat bagus tidaknya.

Sambil kita usulkan, dan kita lihat anggaran pemerintah daerah karena anggaran tahun ini terus terang belum turun, insentif Desa kita tidak dapat bahkan dana DAK berkurang, makanya kita lihat mana yang perlu di prioritaskan.

“Makan dari itu kita harus turun ke masyarakat agar kita tahu secara langsung dan tau seperti apa permasalahannya, kalau memang kita tidak mampu kita ajukan ke pusat atau kota datang kan DPR RI”. Tambahnya

Yang terpenting masyarakat makmur bertani, waktu tandur ya tandur, waktu panen ya panen semua. Jelasnya Bupati ke masyarakat.

(BN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *