34 views

KWT Tejo Agung Kecamatan Metro Timur Jadi Salah Satu Aspek Penilaian Pada Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung

 

Lampung .(MA) Metro — Kelompok Wanita Tani (KWT) Tangguh Mandiri Kelurahan Tejo Agung Kecamatan Metro Timur kembali menjadi salah satu aspek penilian pada lomba Kelurahan se Provinsi Lampung.

Hal tersebut diungkapkan, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Silfia Naharani, saat dikonfirmasi usai meninjau KWT Tangguh Mandiri, Rabu (22/06/2022).

Ia menjelaskan, ada banyak yang menjadi indikator penilaian dalam perlombaan itu, diantaranya pihaknya menampilkan KWT ini dan juga Bank Sampah yang ada di Kelurahan Tejoagung.

Menurutnya, KWT Tangguh Mandiri itu sendiri dinilai sangat bermanfaat untuk memperdayakan para ibu rumah tangga setempat dalam pemanfaatan lingkungan.

“Jadi, KWT ini sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat sini, juga dapat mendorong perkembangan ekonomi di masyarakat terkhusus bagi ibu rumah tangga,” ungkap dia.

Tidak hanya itu, KWT itu juga dinilai sangat membantu dalam penanganan persoalan lingkungan yang ada di Bumi Sai Wawai itu, khususnya di Kelurahan Tejoagung.

“Nah, KWT ini bisa jadi solusi dari pada masalah lingkungan yang sudah menjasi PR lama kita ya, karena mereka juga menggunakan pupuk sari sisa bahan makanan rumah tangganya. Seperti sayuran dan sisa nasi, dan mereka jadikan cairan yang dinamakan Mol (Mikro Organik Lokal),” papar dia.

Ditempat yang sama, Ketua KWT Tangguh Mandiri, Heni Kusumawati mengatakan hal itu menjadi inovasi dan motivasi tersendiri, lantaran KWT yang dikelolanya menjadi salah satu subjek penilaian dalam lomba yang di adakan se-provinsi Lampung tersebut.

Selain itu, KWT yang di kelolanya itu merupakan turunan daripada Kampung Tangguh Nusantara (KTN) kelurahan.

“Nah, tadinya kita KTN, tetapi karena dinilai berkembang kita kembangkan lagi potensinya menjadi KWT, yang dimana disini dikelola oleh masyarakat setempat untuk bertani dengan menggunakan lahan yang tidak terlalu besar,” kata Heni.

Dijelaskannya, tanah yang digunakan dalam bercocok tanam itu merupakan hibah dan juga ada yang pinjam pakai.

“Jadi, menggunakan ukuran tanah yang terbatas ini yang kurang lebih 800m², kami bisa menanamkan 45 jenis tanaman baik itu sayuran, buah dan juga Toga (Tanaman Obat Keluarga),” jelasnya.

Kemudian, ia menambahkan KWT yang dikelolanya bersama masyarakat itu sudah terbentuk sejak awal tahun 2022, dan telah mengalami tiga kali masa panen.

“Kita sudah tiga kali masa panen terkhusus pada cabai rawit dan juga terong, masing-masingnya kurang lebih 15 kilogram,” ungkapnya.

Kini pihaknya tengah membuat tempat pembudidayaan ikan air tawar jenis lele, dimana limbah dari ikan lele tersebut akan dimanfaatkan menjadi pupuk untuk tanaman( Del).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.