KriminalLampungLampung TimurSumatra Utara

AKRAP Beri Warning Ke Orang Tua Terkait Predator Anak Yang Mengancam Lampung Timur

LAMPUNG TIMUR, (MA)–Ketua yayasan Advokasi Kelompok Rentan anak dan perempuan (AKRAP), Edi Arsadad, mengecam tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh kakek kakek terhadap seorang anak berumur 8 tahun di Way Bungur Lampung Timur.

Hal itu disampaikan oleh Edi Arsadad usai melaksanakan Sholat idul Adha di Sidorejo, Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur, Sabtu (9/7/22).

Edi mengatakan kejadian memilukan yang menimpa korban seorang anak berusia 8 tahun itu telah membuka mata publik bahwa siapapun dan kapanpun bisa saja menjadi korban oleh predator seksual.

” Ini membuka mata kita semua bahwa, Predator seksual tidak memilih siapa korban dan kapan akan melakukannya. Setiap saat mereka bisa berbuat kepada siapa saja selagi ada kesempatan ” Ujar Edi.

Lebih Lanjut Edi menghimbau kepada para orang tua agar lebih waspada dan selalu mengawasi anak anaknya.

“Orang tua harus peduli, dengan siapa anak bermain, apa yang dilakukan dan seterusnya. Intinya jangan sampai terlena” Ungkap Edi.

Edi meminta aparat penegak hukum nantinya bisa memberikan hukuman yang berat kepada pelaku, menurut nya pelaku adalah orang tua yang di tokohkan yang seharusnya menjadi teladan dan bisa melindungi korban.

Hal yang sama disampaikan Ketua DPC Partai Hanura Kec. way Bungur, Lampung Timur, Hari Andryan, mengaku prihatin dan turut berduka atas musibah yang dialami Bunga (8) atas pelecehan seksual yang dialaminya.

Atas kejadian itu, hari Andryan meminta kepada APH agar menangani kasus ini dengan baik dan benar dan jangan sampai lalai agar peristiwa itu tidak terulang lagi.

” Kita harap Aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dengan kejadian memalukan seperti ini. dan tentunya agar tidak terjadi lagi di kemudian hari, ini sebagai pembelajaran buat kita semua” Ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak sebut saja bunga (8) warga Kecamatan Way bungur, Lampung Timur, Provinsi Lampung. mengalami pelecehan seksual oleh seorang kakek kakek hingga mengalami luka serius pada bagian vitalnya.

Usai di cabuli keluarga korban yang tidak terima mengamuk dan mendatangi rumah pelaku berinisial OT juga warga setempat.

Pelaku yang sudah berumur 60 tahun dan dikenal sebagai tokoh agama itu mengakui telah melakukan pelecehan dan pencabulan terhadap anak tersebut.

RT (35) orang tua bunga mengatakan peristiwa itu terjadi pada Jumat, (8/7/22) sekitar pukul 18.30 WIB menjelang salat magrib.

Pelaku datang ke rumah tetangga korban untuk meminta onggok pakan ternak. Saat itu pemilik onggok tidak berada di rumah.

Lalu pelaku memanggil korban dan mengajaknya masuk ke dalam rumah pemilik onggok

* Iya itu Pas mau Magrib lah,. Setelah itu sekitar pukul 20.00, Anak saya nangis dan saya tanya katanya alat vitalnya sakit” Ujar RT.

Setelah didesak oleh orang tua, korban mengaku saat dipanggil itu sempat dipangku pangku oleh pelaku. Lalu pelaku memasukkan jarinya ke alat vital korban.

Korban saat ini telah mendapatkan perlindungan dan pendampingan dari UPTD PPPA Kabupaten Lampung Timur.

 

(Tim/BN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *