Nasional

Polres Toba Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Warga

 

 

 

Toba MediaAbpedsi.com

 

Puluhan warga melakukan unjuk rasa terkait dugaan tindak pidana korupsi anggaran Dana Desa tahun 2020. Para pengunjuk rasa memulai aksinya dari Laguboti menuju Kantor Inspektorat Kabupaten Toba, kantor Bupati Toba dan kantor Kejari Toba. Selain pengamanan, pihak Polres Toba dengan sigap melakukan antisipasi kecelakaan dan keributan.

 

Para pengunjuk rasa menggunakan kendaraan mobil dan sepeda motor, dikawal oleh personil Polres Toba pada hari Jumat (29/07/2022)

 

Puluhan masyarakat asal Desa Sibuea yang mengatasnamakan Koalisi Desa Anti Korupsi (Koalisi Desak) itu tampak juga melakukan orasi ke Gedung kantor Bupati Toba dengan menyampaikan beberapa tuntutan.

 

Dalam orasi yang disampaikan Koordinator Lapangan, Parlinggoman Siagian didampingi rekannya Harris L menyebut bahwa Pihak Inspektorat dan Kejari Balige harus secepatnya menyelesaikan laporan dugaan Tipikor Desa Sibuea tersebut.

 

“Kami minta kasus ini segera dituntaskan supaya opini masyarakat tetap baik terhadap Aparat Penegak Hukum. Kami minta jangan ada APH yang bermain dengan para pelaku Tipikor,” teriaknya menggunakan pengeras suara di depan kantor Inspektorat.

 

Menanggapi itu, Kepala Inspektorat, Wallen Hutahaean menyebut bahwa pihaknya telah melakukan audit atas penggunaan Dana Desa Sibuea Tahun Anggaran 2020 dimana hasil audit tersebut telah disampaikan ke Aparat Penegak Hukum.

 

Lebih lanjut dirinya menyebut bahwa saat ini, sesuai aturan bahwa apapun hasil pemeriksaan audit atas penggunaan Dana Desa Sibuea tersebut tidak bisa dipublikasikan. “Silakan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan saja,” sebutnya singkat.

 

Usai mendesak inspektorat, massa lalu melakukan aksi long march ke Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Balige yang disambut langsung para Jaksa dan para Pejabat Kejari Balige.

 

Usai mendengar tuntutan Koalisi Desak, Richard Sembiring, Kasi Pidsus Kejari Balige menyebut bahwa inspektorat telah melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi sejak satu bulan yang lalu.

 

“Hasil pemeriksaan Inspektorat itu telah kami terima pada Selasa (26/07/2022), selanjutnya pada Rabu (27/07/2022) kami telah melakukan Ekspos (Gelar Perkara).

 

Usai gelar perkara itu, dan sesuai petunjuk atasan maka status kasus dugaan Tipikor Dana Desa Sibuea tahun 2020 itu kini sudah sampai ditingkat penyidikan.

 

Jadi saat ini, sesuai dengan SOP, kami masih butuh waktu untuk mengumpulkan bukti bukti lain guna penetapan tersangka. Dalam waktu secepatnya, kami akan berusaha menuntaskan Penyidikan ini,” sebut Richard panjang lebar.

 

Usai menyampaikan aspirasi dan tuntutannya, para warga pengunjuk rasa kembali pulang dengan tenang dan damai kembali ke Laguboti. Sesuai informasi yang diberikan Iptu. B. Samosir selaku kasi humas Polres Toba, sebanyak 40 personil Polres Toba dan personil Polsek Balige yang melaksanakan tugas pengamanan, ditambah Kasat Sabhara AKP Dimun Hutahuruk , Kasat Binmas AKP S. Sinaga, Kapolsek Balige AKP. Agus Salim Siagian, Kapolsek Laguboti AKP Jumpa Aruan, KBO Intel Ipda R. Marpaung, KBO Reskrim Ipda J. Silaban, dan Kanit Patroli Lantas Ipda A. Hasibuan.

 

(Raju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *