280 views

Kuwu Nanggerang Diduga Lakukan Pungli Rp. 8.000.000,- (Delapan Juta Rupiah) Terhadap Pemilik Ternak Ayam

 

 

 

Majalengka Mediaabpedsi.com– Belum selesai terkait perihal Pemdes Nanggerang masih memiliki hutang ke toko bahan bangunan (TB) Mustofa dengan nilai puluhan juta Bekas pembelian sejumlah bahan material untuk pembangunan Desa.

 

Kini kembali ditemukan kasus dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan Udi Wahyudi Kuwu Nanggerang Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Jawa Barat Terhadap pemilik ternak ayam berinisal EM sebesar Rp.8 juta.

 

Dari penuturan EM saat ditemui wartawan ditempat usahanya beberapa hari lalu mengatakan bahwa dirinya memerlukan pemasangan jaringan PLN baru untuk kegiatan usaha ternak ayamnya.

“Otomatis perlunya pemasangan tiang listrik baru,sehingga saya berusaha kordinasi dengan Kuwu Nanggerang karena sebagian tiang listriknya melewati wilayah Nanggerang.”, ungkap EM.

 

EM pun melakukan pertemuan dengan sebagian warga Nanggerang juga beberapa perangkat Desa. Hal ini menurut EM sebagai sosialisai kepada warga juga pihak Desa Nanggerang terkait akan dipasangnya beberapa tiang listrik yang masuk Wilayah Nanggerang.

 

“Namun saat itu pak kuwu sedang tidak ada, akhirnya saya dipanggil oleh pak kuwu Udi untuk datang ke rumahnya.”, ucap pemilik ternak ayam ini.

 

Dirumah Kuwu Udi, EM mengaku diminta uang sebesar Rp.8 juta yang konon katanya uang tersebut untuk masyarakat Nanggerang dan Desa Nanggerang.

 

“Kebetulan tiang yang melewati Nanggerang ada 8 tiang listrik sehingga kuwu Udi minta 1 tiang Rp.1 juta. Katanya uang itu untuk warga dan juga desa.”Jelas EM.

Padahal menurut EM, tiang listrik yang berdiri itu tidak ada yang ditanah warga ataupun di tanah milik Desa.

 

“Tiang listrik itu semuanya berdiri diatas sepadan jalan artinya berdiri di tanah milik Dinas Bina Marga.”tegasnya.

Namun karena ingin usahanya lancar juga bisa memasang jalur PLN baru, akhrinya EM memenuhi keinginan kuwu Udi Dengan menyerahkan uang sesuai yang diminta oleh kuwu Nanggerang tersebut.

 

“Pembayarannya tidak tunai tapi lewat transfer ke rekening kuwu Udi, Dan hanya Rp.500 ribu yang saya bayar tunai dan yang Rp. 7.500.000 (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) saya bayar melalui transfer bank.”, terangnya.

 

Kuwu Udi sendiri kata EM akan memberikan surat perizian dari Desanya setelah pihaknya menerima uang tersebut.

 

“Namun hingga ditunggu sampai 25 hari kuwu Udi tidak mengeluarkan izinnya sehingga pemasangan kabel menjadi terhambat. Padahal dalam 25 hari aliran listrik itu harusnya sudah menyala.”, Papar EM.

 

EM mengaku kesal dan merasa telah dirugikan oleh kuwu Udi dengan sikapnya tersebut. “Saya rasa Kuwu Udi telah melakukan Pungli kepada saya, Sebab ketika saya tanya apakah permintaan uang Rp.8 juta itu berdasarkan aturan Desa? Namun kuwu Udi berdalih bahwa uang itu katanya untuk masyarakat dan Desa.”, Beber EM dengan nada kesal.

 

Sementara itu,kuwu Nanggerang Udi Wahyudi saat dikonfirmasi terkait benar tidaknya ia telah menerima uang dari pengusaha ternak ayam. Dengan mengirimkan pertanyaan melalui nomer WhatsAppnya (WA),Kamis (4/8/2022) mengatakan.

Uang itu diberikan untuk perizinan pasang tiang listrik dan sekaligus perizinan penebangan pohon.Yang dianggap menghalangi kabel-kabel.

“Dan itu hasil kesepakatan tidak ada unsur pemaksaan.”Jawab kuwu Nanggerang ini.

 

(Inka).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.