Nasional

Bupati Tapanuli Utara Apresiasi ‘Ekspedisi Geopark Kaldera Toba’ SMSI Se-Indonesia

 

 

Taput MediaAbpedsi.com

 

Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si bersama Ketua Umum Dewan Pengurus SMSI Firdaus didampingi Sekretaris Daerah Indra S. H. Simaremare dan Staf Ahli Gubernur Sumut Binsar Situmorang melakukan penandatanganan MoU dukungan pendirian Universitas Negeri Umum di Kabupaten Tapanuli Utara dalam rangka Ekspedisi Geopark Kaldera Toba bertempat di Hotel GNB Muara. (Sabtu, 04/02/2023).

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Alexander Gultom, Kadis Komunikasi dan Informatika Hendrik Taruna, Kadis Pariwisata Sasma Situmorang, Kadis Koperasi UKM Perindag Gibson Siregar, Kasatpol PP Rudi Sitorus beberapa Pimpinan Perangkat Daerah, beberapa Kepala Bagian Setdakab beserta Camat Muara Lindung Sianturi dan beberapa Kepala Desa se-Kecamatan Muara.

 

Ekspedisi Geopark Kaldera Toba merupakan acara yang digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk merayakan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023. Ekspedisi ini diikuti oleh para Pimpinan SMSI dari seluruh provinsi di Indonesia. Tujuan dari ekspedisi adalah mempertahankan predikat Geopark Kaldera Toba sebagai Taman Bumi Warisan Dunia sebagaimana ditetapkan UNESCO menyusul akan dilakukannya revalidasi pada 2024 mendatang. Ekspedisi dilakukan dengan mengeksplor potensi-potensi unggulan Sumut, hasil kerajinan Sumut, dan menjelajah objek-objek wisata di kawasan Danau Toba.

 

Dalam arahannya, Bupati Nikson Nababan mengapresiasi acara ekspedisi geopark kaldera Toba.

 

“Terimakasih kepada SMSI atas penyelenggaraan Ekspedisi Geopark Kaldera Toba untuk mengeksplorasi potensi unggulan kawasan Danau Toba. Kabupaten Tapanuli Utara memiliki Tagline ‘Membangun dari Desa: Desa Kuat, Kota Maju Indonesia Berdikari’. Kita juga meningkatkan UMKM dan mendorong Desa sebagai produsen untuk kebutuhan masyarakat perkotaan. Untuk meningkatkan produksi Desa, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melakukan lobi-lobi ke Pemerintah Pusat terkait pelepasan lahan hutan sehingga masyarakat dapat mengolah lahan tersebut,” jelas Bupati Nikson Nababan.

 

Bupati Nikson Nababan menambahkan bahwa terdapat banyak potensi di wilayah Tapanuli Raya yang dapat dikembangkan dengan mempermudah konektivitas dan meningkatkan kualitas SDM.

 

“Wilayah Tapanuli Raya pada umumnya memiliki banyak sekali potensi yang lebih unggul dari daerah lain. Kita punya Danau Toba, pantai yang cantik di Sibolga, agroindustri di Karo, daerah pegunungan hingga ombak yang sangat bagus untuk berselancar di Nias. Konektivitas adalah kuncinya. Para pelancong dapat menikmati indahnya danau Toba, berjemur di pantai Sibolga kemudian berselancar di Nias tanpa menghabiskan waktu yang banyak dalam perjalanan,” tambah Nikson Nababan.

 

“Akan tetapi, semua itu harus dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). Masyarakat Tapanuli Raya pada umumnya mengekspor SDM yang berkualitas karena tidak adanya universitas umum negeri disini. Berdirinya Universitas Negeri Umum merupakan pemicu penuntasan kemiskinan di Tapanuli Raya karena hal ini dapat meningkatkan kualitas SDM, pariwisata, UMKM dan penyediaan lapangan pekerjaan di daerah Tapanuli Raya,” tutup Bupati Nikson Nababan.

 

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pengurus SMSI Firdaus menyatakan dukungan terhadap program-program pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara khususnya peningkatan UMKM dan Pembangunan Universitas Umum Negeri di Tapanuli Utara.

 

“Terimakasih sambutan dan pendampingan dari Bapak Bupati Nikson Nababan beserta ibu. Pasangan Bupati dan Ibu sangat luar biasa dan saling melengkapi. Kami menemukan hal-hal yang sangat berharga dalam ekspedisi ini. Kami mendukung dan akan ikut memperjuangkan berdirinya Universitas Umum Negeri di Tapanuli Utara, dan akan membantu Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam memberitakan pentingnya pendirian universitas umum negeri tersebut,” seru Firdaus.

 

Bupati Nikson Nababan dan Ketua Umum Dewan Pengurus SMSI Firdaus kemudian menandatangani MoU mendukung pendirian universitas umum negeri di Tapanuli Utara. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hendrik Taruna dan Ketua SMSI Sumatera Utara Erris Napitupulu juga menandatangani MoU pemberitaan pentingnya pendirian Universitas Umum Negeri di Taput.

 

Setelah penandatanganan MoU, Bupati Nikson Nababan beserta Ibu Ketua Dekranasda Satika Simamora menyerahkan cendera mata berupa Jaket Bomber, Ulos dan plakat yang merupakan produk UMKM Tapanuli Utara.

 

Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Satika Simamora Promosikan Produk UMKM Lokal.

 

Ketua Dekranasda Tapanuli Utara Satika Simamora didampingi beberapa Pimpinan Perangkat Daerah promosikan produk-produk UMKM Tapanuli Utara kepada para Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam rangka ‘Ekspedisi Geopark Kaldera Toba’ bertempat di Desa Huta Nagodang Kecamatan Muara, Tapanuli Utara (Sabtu, 04/02/2023).

 

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora bercerita tentang perjuangan mengembangkan produk-produk UMKM khususnya tenun ulos.

 

“Umumnya tenun ulos hanya dipakai untuk aktivitas adat dan budaya, bukan untuk fashion atau mode. Hal ini menyebabkan permintaan akan ulos tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan jumlah penenun yang mencapai 11.000 jiwa di Kabupaten Tapanuli Utara. Untuk meningkatkan kebutuhan akan ulos, kita melakukan kreasi tenun ulos yang ‘ready to wear’. Awalnya kebanyakan penenun menolak ide ini dan hanya penenun dari Desa Papande Kecamatan Muara yang bersedia untuk berpartisipasi. Setelah Desa Papande sukses, banyak penenun dari daerah lain menjadi terbuka dan ikut bergabung. Sekarang, kreasi tenun ulos dari Tapanuli Utara selalu memenangkan setiap perlombaan fashion di tingkat Nasional dan mayoritas penenun kewalahan untuk memenuhi pesanan pembeli,” terang Satika Simamora.

 

Satika kemudian memperkenalkan semua produk UMKM Taput yang terdiri dari 8 kategori yaitu snack, makanan, minuman, tenun ulos, fashion ulos, tas, souvenir hingga kriya.

 

“Inilah produk-produk UMKM kita yang hampir semua bahan bakunya berasal dari Tapanuli Utara. Bahan baku yang diimpor hanya benang untuk tenun. Setiap Kecamatan memiliki produk khas sesuai dengan ketersediaan bahan baku. Contohnya, coklat batangan yang baru kita produksi dihasilkan di Kecamatan Pahae Jae, Pahae Julu, Purbatua dan Simangumban. Coklat ini dipadukan dengan Kacang Sihobuk dari Kecamatan Tarutung dan menghasilkan citarasa yang istimewa. Ada juga minuman Wine Coffee yang berhasil tampil di ajang G20 di Bali yang diproduksi di Kecamatan Pagaran menggunakan kopi lokal Siborongborong. Selain itu, ada juga produk UMKM berupa ukiran Gorga Batak dan kriya logam dari Kecamatan Garoga dan Kecamatan Siborongborong,” tambah Satika.

 

Satika juga mengajak para pelaku UMKM di Tapanuli Utara untuk mencintai produknya masing-masing dengan cara memakai produknya, jangan hanya disimpan dan dijual.

 

“Saya mengajak semua penenun dan pelaku UMKM serta masyarakat untuk bangga memakai produk masing-masing. Pakailah karyamu yang paling bagus, ini merupakan salah satu trik promosi yang efektif. Jika kita dengan bangga menggunakan kreasi kita masing-masing, produk kita akan ‘martondi’ dan akan menarik semakin banyak pembeli,” tutup Satika Simamora.

 

Usai paparan dan promosi produk UMKM, Satika Simamora kemudian memandu para peserta ekspedisi mengitari Pulau Sibandang, salah satu pulau yang berada ditengah Danau Toba.(Maruli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *